Anak Lambat Membaca, Apakah Selalu Disleksia?

 

 


Tahapan Belajar Membaca yang Normal

Kursus Membaca – Agar dapat memahami apakah lambatnya anak menyimak adalahhal yang normal atau tidak, Anda mesti memahami dahulu langkah belajar menyimak yang normal.

Pada umur 3 tahun, anak sudah dapat diajari alfabet, yakni mulai mengenali huruf A-Z. Mungkin tidak seluruh huruf bisa dikuasai dengan benar, namun anak seringkali mulai dapat mengenali minimal 10-15 huruf dari borongan alfabet.

Pada umur 4 tahun, anak dapat diajari untuk menyimak namanya sendiri, ia pun dapat mengerti bahwa huruf dibaca dari kiri ke kanan, dan dari atas ke bawah. Sebagian besar anak juga dapat membaca 1-2 suku kata, laksana “pipa”, “babi”, “mama”, dan sebagainya.

Pada umur 5 tahun, anak dapat membaca dua sampai tiga suku kata yang mempunyai alfabet bervariasi, contohnya “gembira”, “rumah”, “pisang”, dan sebagainya. Anak pun sudah dapat membaca kalimat yang sederhana, contohnya “Ini lokasi tinggal saya”, “Itu sepatu adik”.

Pada umur 7 tahun, anak dapat membaca kitab cerita yang sederhana, dan mengetahui isi ceritanya dengan baik.

Kapan Perlu Menduga Anak Mengalami Disleksia?

Disleksia adalahgangguan pertumbuhan belajar yang ditandai adanya kendala membaca dengan lancar. Kondisi ini tidak terdapat hubungannya dengan tingkat kepintaran anak. Karena mayoritas penderita disleksia mempunyai IQ (intellectual quotion/ IQ) yang normal.
Seorang anak patut diperkirakan mengalami disleksia bila terdapat di antara tanda inilah ini:
Pada umur 5-6 tahun:
• Anak kendala untuk menyimak huruf yang fonetiknya serupa, contohnya huruf b, d, dan p
• Anak susah untuk menilik kosakata yang baru diajarkan
• Anak kendala mengurutkan nama hari atau nama bulan
Pada umur 7-8 tahun:
• Anak kendala untuk menyimak kata yang simpel (2-3 suku kata)
• Anak tidak dapat membaca fonetik “ng”, “ny”
• Anak tidak dapat mengerjakan matematika sederhana, contohnya 2+2, atau 3+1
• Anak tidak tertarik pada kitab cerita dengan gambar yang menarik
Jika mendapati di antara tanda itu pada anak, segera bawa anak ke psikiater guna meyakinkan diagnosis disleksia. Dan andai benar anak merasakan disleksia, tidak boleh panik dulu. Disleksia bukanlah akhir segalanya.
Banyak penderita disleksia menghasilkan karya yang hebat dan menjadi terkenal. Sebut saja Albert Einstein yang jenius, pelukis familiar Leonardo da Vinci, Co-founder Apple inc Steve Jobs, pun sederetan bintang film ternama laksana Tom Cruise, Tom Holland, dan Patrick Dempsey.